Global Notification

Daftar Menjadi Penulis

- Stasiun Ketiga Belas Chapter 1 : Peron Yang Tidak Ada

All chapters are in

Baca manga Stasiun Ketiga Belas Stasiun Ketiga Belas Chapter 1 : Peron Yang Tidak Ada bahasa Indonesia terbaru di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Manga Stasiun Ketiga Belas bahasa Indonesia selalu update di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Jangan lupa membaca update manga lainnya ya. Daftar koleksi manga MaxWebtoons | MaxsumReevay ada di menu Daftar Manga.

Lapor Gambar Rusak / Tidak Sesuai / Tidak Terload Lapor [DISINI]

Raka


STASIUN KETIGA BELAS

Chapter 1 — Peron yang Tidak Ada

Jakarta — 00:07 WIB

Hujan turun perlahan di atas rel yang kosong.

Lampu-lampu stasiun memantul di genangan air, membuat peron terlihat seperti kota kecil yang tenggelam.

Sepi.

Terlalu sepi untuk ukuran Jakarta.

shhhhhhh...

Raka duduk sendiri di bangku besi dekat jalur tiga.

Hoodie hitamnya basah di bagian pundak. Earphone kabel menggantung di leher, sementara sebuah handycam tua berada di tangannya.

Lampu merah kecil di kamera itu terus berkedip.

“Orang bilang...
stasiun selalu menyimpan suara yang tertinggal.”

Ia mengarahkan kamera ke rel panjang di depannya.

Kosong.

Tidak ada kereta malam yang dijadwalkan lewat pukul segini.

tik...
tik...

Jam tua di atas peron menunjukkan pukul 00:07.

Raka mengembuskan napas pelan.

Sudah hampir satu jam ia merekam suasana stasiun.

Bukan untuk proyek besar. Bukan juga dokumenter profesional.

Ia hanya... menyukai suara stasiun di malam hari.

Suara hujan.

Suara rel.

Dan suara orang-orang yang pergi.

krek...
krek...

Lampu di atas peron berkedip pelan.

Raka mengangkat wajah.

Untuk sesaat, ia merasa mendengar sesuatu dari pengeras suara tua di ujung stasiun.

Sebuah suara perempuan.

Samar.

“Kereta tujuan...”

Raka mengernyit.

“...Perjalanan Lanjutan...”

Sunyi.

Ia menoleh ke papan jadwal digital.

Kosong.

Tidak ada jadwal keberangkatan.

Tidak ada kereta.

Bulu kuduk Raka perlahan berdiri.

“Perjalanan... apa?”

Lalu terdengar sesuatu dari kejauhan.

DUMMMMMM

Lampu rel menyala satu per satu.

Dari balik hujan dan kabut tipis, dua cahaya muncul perlahan.

Kereta.

Raka langsung berdiri.

Tangannya refleks mengangkat handycam.

Layar kamera menangkap kereta tua berwarna gelap yang bergerak lambat menuju peron.

Namun ada sesuatu yang aneh.

Tubuh kereta itu terlihat seperti... tidak sepenuhnya nyata.

Seolah bentuknya bergetar pelan di tengah hujan.

KRZZZZT—

Layar handycam glitch sesaat.

Kereta akhirnya berhenti tepat di depan jalur tiga.

Seluruh jendelanya gelap.

Tidak ada penumpang.

Tidak ada suara.

Hanya hujan.

ksssshhht...

Pintu kereta terbuka perlahan.

Raka menahan napas.

Tidak ada siapa-siapa yang turun.

Lalu...

tok...
tok...

Suara langkah kecil terdengar dari dalam gerbong.

Sepasang sepatu putih muncul dari balik pintu.

Disusul jas hujan kuning pucat.

Dan koper kecil berwarna biru.

Tubuh Raka membeku.

Gadis kecil itu berdiri diam di tengah hujan.

Rambut hitamnya menutupi sebagian wajah.

Namun Raka tetap mengenalinya.

Mustahil untuk salah.

“...Mira?”

Gadis itu perlahan mengangkat kepala.

Matanya kosong.

Namun bibirnya membentuk senyum kecil.

KRZZZZT—

Handycam di tangan Raka tiba-tiba error.

Layar berkedip hebat.

Raka menatap monitor kamera.

Peron itu kosong.

Tidak ada siapa-siapa.

Ia menurunkan handycam cepat.

Mira masih berdiri di sana.

Diam.

Basah oleh hujan.

“Kak...”

Suara itu hampir tidak terdengar.

Mira menggenggam sesuatu di tangannya.

Sebuah tiket tua.

Tiket itu jatuh ke lantai peron.

tak

Dan pada saat yang sama...

DUMMMMMM

Kereta mulai bergerak lagi.

Raka berlari panik.

“TUNGGU!”

Namun gerbong demi gerbong melintas di depannya.

Gelap.

Kosong.

Saat kereta terakhir lewat...

Mira menghilang.

Begitu saja.

Peron kembali kosong.

Hanya hujan yang tersisa.

Dan tiket tua yang tergeletak di lantai basah.

Raka mengambilnya perlahan.

Tangannya gemetar.

Tulisan di tiket itu mulai terlihat jelas.

TUJUAN:
PERJALANAN LANJUTAN

Jam keberangkatan: 00:13

Lampu stasiun tiba-tiba mati sesaat.

krek

Gelap.

Dan dari pengeras suara tua, suara perempuan itu kembali terdengar.

“Bagi penumpang yang belum bisa pulang...”

“silakan bersiap.”

Raka perlahan mengangkat kepala.

Di ujung peron yang gelap...

seseorang berdiri diam.

Seragam kondektur tua.

Topi hitam menutupi matanya.

Namun dari balik bayangan, sepasang mata samar menatap lurus ke arah Raka.

“Tiket Anda...”

“belum selesai digunakan.”
— END OF CHAPTER 1 —

Tags: baca manga Stasiun Ketiga Belas Stasiun Ketiga Belas Chapter 1 : Peron Yang Tidak Ada bahasa Indonesia, komik Stasiun Ketiga Belas Stasiun Ketiga Belas Chapter 1 : Peron Yang Tidak Ada bahasa komik Indonesia, baca Stasiun Ketiga Belas Chapter 1 : Peron Yang Tidak Ada online, Stasiun Ketiga Belas Chapter 1 : Peron Yang Tidak Ada baru komiku, Stasiun Ketiga Belas Stasiun Ketiga Belas Chapter 1 : Peron Yang Tidak Ada chapter, high quality sub indo, Stasiun Ketiga Belas manga scan terbaru, manhwa web, , Maksum Rifai

Rekomendasi