Stasiun Ketiga Belas - Stasiun Ketiga Belas Chapter 12 : Wajah Sang Kondektur
Baca manga Stasiun Ketiga Belas Stasiun Ketiga Belas Chapter 12 : Wajah Sang Kondektur bahasa Indonesia terbaru di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Manga Stasiun Ketiga Belas bahasa Indonesia selalu update di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Jangan lupa membaca update manga lainnya ya. Daftar koleksi manga MaxWebtoons | MaxsumReevay ada di menu Daftar Manga.
Lapor Gambar Rusak / Tidak Sesuai / Tidak Terload Lapor [DISINI]
STASIUN KETIGA BELAS
Chapter 12 — Wajah Sang Kondektur
Hujan turun deras di lorong sempit belakang warung.
Air mengalir di sela rel tua yang muncul entah dari mana.
Dan di tengah kabut dingin itu...
Raka berdiri membeku.
Karena wajah kondektur di depan pintu gerbong...
perlahan berubah menjadi wajahnya sendiri.
duk...
duk...
Jantung Raka berdetak keras.
Matanya tidak bisa lepas dari sosok itu.
Kondektur tersebut tersenyum tipis.
Senyum yang sama seperti “Raka” di dalam kereta sebelumnya.
Lalu perlahan...
ia membuka mulut.
Suara itu bukan suara asing.
Itu suara Raka sendiri.
Nara segera mengangkat lentera birunya lebih tinggi.
Api di dalam lentera membesar.
Kabut di sekitar lorong langsung berputar liar.
Dan seluruh gerbong kereta mulai dipenuhi suara bisikan.
“Turun...”
“Turun...”
Puluhan tangan pucat mulai muncul di balik jendela gerbong.
Menempel ke kaca dari dalam.
Termasuk tangan Mira.
“aku dingin.”
Suara gadis itu terdengar lirih.
Dan untuk sesaat...
Raka hampir melangkah maju.
Namun Nara langsung menariknya mundur.
Air mata mulai jatuh di wajah Raka.
Nara menggigit bibirnya sendiri.
Matanya terlihat sedih.
Tiba-tiba...
Pintu gerbong terbuka lebih lebar.
Kegelapan pekat terlihat di dalamnya.
Namun di balik gelap itu...
Raka melihat sesuatu yang membuat napasnya berhenti.
Peron.
Sebuah stasiun besar yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.
Lampunya redup.
Dipenuhi kabut putih.
Dan ratusan orang berdiri diam di sana.
Tidak bergerak.
Tidak berbicara.
Hanya menunggu.
Di atas mereka, terdapat papan jadwal raksasa bertuliskan:
Tubuh Raka langsung dingin.
Dan lebih buruk lagi...
di antara ratusan penumpang itu, ia melihat dirinya sendiri.
Puluhan versi dirinya.
Berdiri diam di peron.
Dengan wajah kosong.
“akhirnya tiba di sini.”
Kondektur itu kembali berbicara.
Masih menggunakan wajah Raka.
Tiba-tiba lentera Nara mulai retak.
Nara langsung panik.
Api biru di dalam lentera berkedip tidak stabil.
Dan saat cahaya itu melemah...
seluruh lorong mulai berubah.
Dinding warung perlahan menghilang.
Aspal berubah menjadi rel tua.
Lampu jalan berubah menjadi lampu peron kuning kusam.
Raka menoleh cepat ke sekeliling.
Dan kini...
mereka tidak lagi berdiri di belakang warung.
Mereka berada di sebuah stasiun kosong.
Stasiun yang sama seperti di dalam gerbong tadi.
“dia berhasil menarik kita masuk.”
Suara Nara bergetar.
Kabut memenuhi seluruh area stasiun.
Jam digital di atas peron berkedip pelan:
Dan dari kejauhan...
terlihat siluet ratusan penumpang berdiri di sepanjang rel.
Diam.
Menghadap ke arah Raka dan Nara.
Mira kini berdiri beberapa meter di depan Raka.
Lebih jelas dari sebelumnya.
Air hujan membasahi rambutnya.
Wajahnya pucat.
Namun matanya...
masih menyimpan sedikit kesadaran.
Suara Mira terdengar lemah.
Raka melangkah perlahan mendekatinya.
“aku bakal bawa kamu pulang.”
Namun gadis itu justru mulai menangis.
“aku nggak bisa pulang.”
Sunyi.
Lalu perlahan...
Mira mengangkat tangannya gemetar.
Menunjuk ke belakang Raka.
Dan saat Raka menoleh—
seluruh penumpang di stasiun itu...
mulai berjalan mendekat bersamaan.
Tags: baca manga Stasiun Ketiga Belas Stasiun Ketiga Belas Chapter 12 : Wajah Sang Kondektur bahasa Indonesia, komik Stasiun Ketiga Belas Stasiun Ketiga Belas Chapter 12 : Wajah Sang Kondektur bahasa komik Indonesia, baca Stasiun Ketiga Belas Chapter 12 : Wajah Sang Kondektur online, Stasiun Ketiga Belas Chapter 12 : Wajah Sang Kondektur baru komiku, Stasiun Ketiga Belas Stasiun Ketiga Belas Chapter 12 : Wajah Sang Kondektur chapter, high quality sub indo, Stasiun Ketiga Belas manga scan terbaru, manhwa web, , Maksum Rifai

Komentar (0)