Global Notification

Daftar Menjadi Penulis

- Stasiun Ketiga Belas Chapter 14 : Ruang Pengatur Perjalanan

All chapters are in

Baca manga Stasiun Ketiga Belas Stasiun Ketiga Belas Chapter 14 : Ruang Pengatur Perjalanan bahasa Indonesia terbaru di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Manga Stasiun Ketiga Belas bahasa Indonesia selalu update di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Jangan lupa membaca update manga lainnya ya. Daftar koleksi manga MaxWebtoons | MaxsumReevay ada di menu Daftar Manga.

Lapor Gambar Rusak / Tidak Sesuai / Tidak Terload Lapor [DISINI]

STASIUN KETIGA BELAS

Chapter 14 — Ruang Pengatur Perjalanan

00:13 WIB

Kabut memenuhi seluruh stasiun.

Lampu-lampu tua berkedip redup di atas rel basah.

Dan di tengah lautan penumpang tanpa wajah itu...

Raka dan Nara berlari menuju ujung peron.

Menuju ruangan tua bertuliskan:

PUSAT PENGATUR PERJALANAN
tok tok tok tok—

Ratusan langkah kaki mengikuti mereka perlahan.

Namun tidak ada satu pun suara napas.

Tidak ada suara pakaian bergesekan.

Hanya langkah kaki.

Seolah seluruh penumpang di stasiun itu bukan manusia lagi.

•••

Raka menoleh sekilas ke belakang.

Dan jantungnya langsung mencelos.

Semua penumpang kini memiliki wajah dirinya.

Ratusan Raka berdiri di sepanjang peron.

Dengan ekspresi kosong.

Mereka berjalan perlahan sambil berbisik bersamaan.

“Pulang...”
“Pulang...”
“Pulang...”

Suara mereka menggema seperti rusak.

Tidak manusiawi.

“Jangan lihat mereka terlalu lama!”

Nara menarik tangan Raka lebih cepat.

Lentera biru di tangannya mulai meredup lagi.

crkkk...

Retakan pada kaca lentera semakin besar.

Dan setiap retakan muncul...

kabut di stasiun semakin tebal.

•••

Mereka akhirnya tiba di depan pintu ruang kontrol.

Pintu besi tua berwarna hitam.

Dipenuhi angka-angka dan jadwal kereta yang tergores di permukaannya.

Beberapa tulisan terlihat seperti dicakar paksa.

00:13
JALUR 13
SATU ARAH

Raka segera memutar gagang pintu.

KREEEK—

Pintu terbuka perlahan.

Dan hawa dingin langsung menyambut mereka dari dalam.

•••

Ruangan itu sangat besar.

Jauh lebih besar dari ukuran bangunan luarnya.

Dipenuhi panel-panel tua, tuas besi, monitor tabung, dan papan perjalanan raksasa yang terus bergerak sendiri.

Namun yang paling mengerikan...

seluruh dinding ruangan dipenuhi foto orang hilang.

Ribuan foto.

Dari berbagai zaman.

Foto hitam putih.

Foto polaroid.

Foto digital modern.

Semua ditempel memenuhi ruangan seperti makam ingatan.

Dan di salah satu sudut...

Raka melihat foto Mira.

Masih baru.

Masih bersih.

Di bawahnya tertulis:

STATUS: DALAM PERJALANAN

Tangan Raka langsung gemetar.

“Mira masih hidup.”

Nara tidak menjawab.

Tatapannya justru tertuju pada pusat ruangan.

Sebuah mesin besar berdiri di sana.

Mesin tua seperti perpaduan jam stasiun dan loket tiket kuno.

Jarum-jarumnya bergerak sendiri.

Dan di tengah mesin...

terdapat ribuan tiket perjalanan yang terus tercetak tanpa henti.

cetakk...
cetakk...
cetakk...

Setiap tiket memiliki nama manusia.

Tanggal.

Dan jam:

00:13
•••

Raka mengambil salah satu tiket yang baru keluar.

Dan darahnya langsung terasa dingin.

Karena nama di tiket itu adalah:

RAKA PRADIPTA

Tujuan:

STASIUN TERAKHIR

Status:

MENUNGGU KEBERANGKATAN

Raka langsung meremas tiket itu.

“Gue nggak bakal naik kereta ini.”

Namun tiba-tiba...

PRIIIIIIIIITTT—

Suara peluit kondektur menggema dari luar ruangan.

Seluruh lampu langsung berkedip merah.

WARNING
WARNING

Panel-panel tua mulai bergerak liar sendiri.

Papan perjalanan berputar cepat.

Dan seluruh foto orang hilang di dinding...

perlahan mulai membuka mata mereka.

Tubuh Raka langsung membeku.

Ribuan pasang mata dari foto-foto itu menatap ke arahnya.

“Dia tahu kita masuk.”

Suara Nara terdengar pelan.

Namun kali ini...

ada rasa takut yang benar-benar nyata di wajahnya.

•••

Tiba-tiba salah satu monitor tabung menyala sendiri.

zzzzttt—

Gambarnya rusak dan dipenuhi semut.

Namun perlahan...

muncul rekaman CCTV sebuah stasiun tua.

Tahun di pojok layar:

1987

Dan di dalam rekaman itu...

terlihat seorang gadis berdiri sendirian di peron.

Jaket denim.

Rambut hitam panjang.

Nara.

Versi muda Nara.

Raka langsung menoleh ke arah perempuan di sampingnya.

Namun wajah Nara perlahan berubah pucat.

Karena dalam rekaman CCTV itu...

Nara muda tidak sendirian.

Di belakangnya berdiri seseorang.

Seseorang yang sangat dikenali Raka.

Dirinya sendiri.

“Tidak mungkin...”

Raka mundur perlahan.

Namun rekaman itu belum selesai.

Dalam CCTV, “Raka” versi 1987 perlahan membisikkan sesuatu ke telinga Nara muda.

Lalu menunjuk ke arah rel gelap.

Dan tepat sebelum layar rusak...

kamera CCTV menangkap wajah pria itu dengan jelas.

Itu bukan Raka.

Melainkan...

kondektur.

— END OF CHAPTER 14 —

Tags: baca manga Stasiun Ketiga Belas Stasiun Ketiga Belas Chapter 14 : Ruang Pengatur Perjalanan bahasa Indonesia, komik Stasiun Ketiga Belas Stasiun Ketiga Belas Chapter 14 : Ruang Pengatur Perjalanan bahasa komik Indonesia, baca Stasiun Ketiga Belas Chapter 14 : Ruang Pengatur Perjalanan online, Stasiun Ketiga Belas Chapter 14 : Ruang Pengatur Perjalanan baru komiku, Stasiun Ketiga Belas Stasiun Ketiga Belas Chapter 14 : Ruang Pengatur Perjalanan chapter, high quality sub indo, Stasiun Ketiga Belas manga scan terbaru, manhwa web, , Maksum Rifai

Rekomendasi