Stasiun Ketiga Belas - Stasiun Ketiga Belas Chapter 2 : Orang Yang Tidak Pulang
Baca manga Stasiun Ketiga Belas Stasiun Ketiga Belas Chapter 2 : Orang Yang Tidak Pulang bahasa Indonesia terbaru di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Manga Stasiun Ketiga Belas bahasa Indonesia selalu update di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Jangan lupa membaca update manga lainnya ya. Daftar koleksi manga MaxWebtoons | MaxsumReevay ada di menu Daftar Manga.
Lapor Gambar Rusak / Tidak Sesuai / Tidak Terload Lapor [DISINI]
STASIUN KETIGA BELAS
Chapter 2 — Orang yang Tidak Pulang
Hujan masih turun saat kereta itu menghilang.
Tidak ada suara mesin. Tidak ada lampu belakang. Tidak ada tanda bahwa sesuatu barusan melintas di jalur tiga.
Seolah semuanya hanya mimpi.
Namun tiket di tangan Raka terasa nyata.
Terlalu nyata.
tik...
Air hujan menetes dari ujung hoodie-nya.
Raka masih berdiri di tempat yang sama, menatap rel kosong dengan napas tidak beraturan.
Mira.
Ia melihat Mira.
Tidak mungkin salah.
Tujuh tahun mungkin mengubah wajah seseorang, tapi tidak dengan cara seseorang memanggil kata:
Suara itu masih sama.
Pelan.
Seperti anak kecil yang takut ditinggalkan.
“Mas?”
Raka tersentak.
Seorang petugas kebersihan berdiri beberapa meter darinya, membawa sapu panjang dan jas hujan tipis.
“Mas nggak apa-apa?”
Raka menoleh cepat ke rel.
Kosong.
Tidak ada kereta.
Tidak ada kabut.
Petugas itu terlihat bingung.
“Mas dari tadi ngomong sendiri?”
Raka terdiam beberapa detik.
Tangannya makin erat menggenggam tiket tua itu.
“tadi ada kereta lewat, kan?”
Petugas itu mengernyit.
“Kereta?”
Ia melihat jam tua di atas peron.
“Jam segini udah nggak ada kereta, Mas.”
Bulu kuduk Raka meremang.
Ia perlahan membuka telapak tangannya.
Tiket itu masih ada.
Basah.
Dan dingin.
Apartemen Raka berada di lantai enam bangunan tua dekat rel kereta.
Murah.
Lembap.
Dan terlalu dekat dengan suara perjalanan malam.
Pukul 01:12 dini hari saat ia akhirnya sampai.
Pintu apartemen terbuka pelan.
Ruangan itu gelap, kecuali cahaya monitor komputer yang belum dimatikan.
Di dinding kamar, tertempel puluhan foto stasiun.
Foto rel.
Foto kereta malam.
Dan beberapa potongan berita orang hilang.
Raka meletakkan handycam di meja.
Tangannya masih gemetar.
Ia segera memindahkan hasil rekaman malam ini ke laptop.
Loading...
Loading...
Loading...
Video akhirnya terbuka.
Raka memajukan rekaman tepat saat kereta muncul.
Kabut.
Lampu rel.
Kereta gelap.
Semuanya terekam.
Napas Raka tertahan.
Ia mempercepat video menuju saat Mira turun dari gerbong.
Layar tiba-tiba dipenuhi noise.
Video rusak selama beberapa detik.
Dan saat gambar kembali normal...
Peron terlihat kosong.
Tidak ada Mira.
Tidak ada siapa-siapa.
Hanya Raka berdiri sendiri di tengah hujan, seperti orang gila yang berbicara pada udara kosong.
Jantungnya berdetak makin cepat.
“aku lihat dia.”
Raka memundurkan video lagi.
Frame demi frame.
Pelan.
Sangat pelan.
Dan tepat sebelum video glitch...
ia melihat sesuatu di jendela gerbong.
Seseorang berdiri di dalam sana.
Seragam gelap.
Topi kondektur.
Wajahnya samar.
Namun matanya terlihat jelas.
Menatap lurus ke kamera.
Laptop tiba-tiba mati.
Seluruh kamar gelap.
Listrik padam.
Hanya suara hujan dari luar jendela.
Dan suara rel kereta dari kejauhan.
Raka mematung.
Padahal...
tidak ada jadwal kereta lewat malam ini.
Pukul 02:03 WIB.
Listrik belum kembali.
Raka duduk di lantai sambil menatap tiket tua itu.
Tulisan di sana mulai memudar terkena air.
Namun satu bagian masih terlihat jelas:
Tiba-tiba ponselnya bergetar.
Nomor tidak dikenal.
Raka ragu beberapa detik sebelum mengangkat.
Sunyi.
Hanya suara napas samar.
Lalu suara perempuan tua terdengar pelan.
Raka langsung duduk tegak.
Perempuan itu tidak langsung menjawab.
Sebaliknya, ia bertanya:
“dia turun dari kereta itu, kan?”
Tubuh Raka langsung dingin.
Jari-jarinya melemah.
Di ujung telepon, terdengar suara seseorang mulai menangis.
Pelan.
Hancur.
“anak saya juga turun dari kereta itu.”
Sunyi panjang memenuhi kamar gelap itu.
Lalu perempuan itu melanjutkan:
Dan untuk pertama kalinya sejak Mira menghilang...
Raka sadar:
ia mungkin bukan satu-satunya orang yang pernah melihat kereta itu.
Tags: baca manga Stasiun Ketiga Belas Stasiun Ketiga Belas Chapter 2 : Orang Yang Tidak Pulang bahasa Indonesia, komik Stasiun Ketiga Belas Stasiun Ketiga Belas Chapter 2 : Orang Yang Tidak Pulang bahasa komik Indonesia, baca Stasiun Ketiga Belas Chapter 2 : Orang Yang Tidak Pulang online, Stasiun Ketiga Belas Chapter 2 : Orang Yang Tidak Pulang baru komiku, Stasiun Ketiga Belas Stasiun Ketiga Belas Chapter 2 : Orang Yang Tidak Pulang chapter, high quality sub indo, Stasiun Ketiga Belas manga scan terbaru, manhwa web, , Maksum Rifai

Komentar (0)