Global Notification

Daftar Menjadi Penulis

- Stasiun Ketiga Belas Chapter 27 : Angka yang Bergerak

All chapters are in

Baca manga Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 27 : Angka yang Bergerak bahasa Indonesia terbaru di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Manga Stasiun Ketiga Belas 2 bahasa Indonesia selalu update di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Jangan lupa membaca update manga lainnya ya. Daftar koleksi manga MaxWebtoons | MaxsumReevay ada di menu Daftar Manga.

Lapor Gambar Rusak / Tidak Sesuai / Tidak Terload Lapor [DISINI]

STASIUN KETIGA BELAS

Chapter 27 — Angka yang Bergerak

00:18 WIB

TOK.

Hanya satu langkah.

Satu perpindahan kecil pada jarum jam Menara Penjaga.

Namun seluruh Kota Orang Hilang merasakannya.

. . .

Orang-orang berhenti berjalan.

Pedagang menjatuhkan barang dagangannya.

Lampu-lampu jalan berkedip tidak beraturan.

Bahkan hujan seolah melambat.

. . .

"Waktunya bergerak..."

bisik Adi.

Wajahnya pucat.

Jauh lebih pucat daripada sebelumnya.

. . .

Raka masih menggenggam lentera biru.

Cahaya di dalamnya berdenyut perlahan.

Seperti jantung yang hidup.

Atau sesuatu yang sedang mencoba bangun.

. . .

Seluruh Pemburu Waktu tetap berlutut.

Kepala mereka tertunduk.

Tidak bergerak.

Tidak berbicara.

. . .

Termasuk Penjaga Pemburu.

Versi Raka yang memilih menjadi bagian dari Stasiun.

. . .

"Apa yang terjadi?"

tanya Raka.

Tidak ada yang menjawab.

Sampai akhirnya Adi berbisik.

"Jam itu tidak pernah bergerak."
"Selama puluhan tahun."
"Mungkin ratusan."
. . .

Raka menatap menara.

Bangunan itu menjulang jauh di tengah kota.

Gelap.

Sunyi.

Dan kini terasa hidup.

. . .

Lalu terdengar suara retakan.

KRRRRAAAKK—
. . .

Bukan dari jalan.

Bukan dari bangunan.

Melainkan dari langit.

. . .

Raka mendongak.

Dan darahnya langsung terasa dingin.

Karena langit Kota Orang Hilang sedang pecah.

. . .

Retakan panjang membelah awan hitam.

Membentang dari ujung cakrawala ke ujung lainnya.

Dan dari balik retakan itu...

muncul cahaya putih.

. . .

Bukan cahaya matahari.

Bukan bulan.

Melainkan sesuatu yang jauh lebih besar.

. . .

Seolah ada dunia lain di balik langit kota.

. . .

"Tidak..."

bisik Adi.

"Ini terlalu cepat..."

. . .

Raka menoleh.

"Apa maksudmu?"

. . .

Anak itu menatap retakan di langit.

Matanya bergetar.

"Setiap kali jam bergerak..."
"...kota kehilangan sesuatu."
. . .

Tiba-tiba sebuah bangunan di kejauhan menghilang.

WHOOOOSHH—

Begitu saja.

Tanpa ledakan.

Tanpa suara.

Tanpa puing.

. . .

Satu detik bangunan itu ada.

Detik berikutnya tidak.

. . .

Orang-orang di sekitar mulai panik.

Untuk pertama kalinya sejak Raka tiba di kota ini.

Mereka tampak ketakutan.

. . .

Karena mereka tahu apa artinya.

Jam mulai menghitung mundur.

. . .

Di puncak Menara Penjaga...

sebuah jendela terbuka.

Dan sosok bertopeng jam retak muncul.

Penjaga Menara.

. . .

Ia memandang ke arah Raka.

Meskipun jaraknya sangat jauh...

Raka merasa sedang ditatap langsung.

. . .

Lalu suara Penjaga Menara menggema ke seluruh kota.

"Pembawa Lentera telah ditemukan."
"Perhitungan dapat dimulai kembali."
. . .

Kalimat itu membuat seluruh kota terdiam.

. . .

Namun yang paling mengejutkan bukan itu.

Melainkan reaksi Penjaga Pemburu.

. . .

Karena untuk pertama kalinya...

versi lain Raka itu mengangkat kepalanya.

Dan berteriak.

"JANGAN PERCAYA DIA!"
. . .

Seluruh kota membeku.

Pemburu Waktu lain langsung menoleh.

Seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.

. . .

Penjaga Pemburu berdiri.

Perlahan.

Lalu menatap Raka.

"Aku memang menjadi bagian dari Stasiun."
"Tapi bahkan aku tidak pernah setuju dengan apa yang ada di dalam Menara."
. . .

Untuk pertama kalinya...

Raka melihat emosi di wajahnya.

Penyesalan.

. . .

Lalu sosok itu menunjuk ke arah retakan langit.

"Kalau jam mencapai angka terakhir..."
"...bukan hanya Kota Orang Hilang yang akan lenyap."
"Melainkan dunia tempatmu berasal."
. . .

Jantung Raka serasa berhenti.

Karena ini bukan lagi tentang Mira.

Bukan lagi tentang Nara.

Bukan lagi tentang orang hilang.

. . .

Ini tentang seluruh dunia.

. . .

Dan jauh di dalam lentera biru...

sebuah suara kembali berbisik.

"Datanglah ke menara."
"Dan temukan kebenaran."
. . .

Suara itu adalah suara Nara.

Namun kali ini...

Raka tidak yakin suara itu benar-benar berasal dari Nara.

— END OF CHAPTER 27 —

Tags: baca manga Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 27 : Angka yang Bergerak bahasa Indonesia, komik Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 27 : Angka yang Bergerak bahasa komik Indonesia, baca Stasiun Ketiga Belas Chapter 27 : Angka yang Bergerak online, Stasiun Ketiga Belas Chapter 27 : Angka yang Bergerak baru komiku, Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 27 : Angka yang Bergerak chapter, high quality sub indo, Stasiun Ketiga Belas 2 manga scan terbaru, manhwa web, , Maksum Rifai

Rekomendasi