Global Notification

Daftar Menjadi Penulis

- Stasiun Ketiga Belas Chapter 29 : Subjek Ketiga Belas

All chapters are in

Baca manga Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 29 : Subjek Ketiga Belas bahasa Indonesia terbaru di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Manga Stasiun Ketiga Belas 2 bahasa Indonesia selalu update di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Jangan lupa membaca update manga lainnya ya. Daftar koleksi manga MaxWebtoons | MaxsumReevay ada di menu Daftar Manga.

Lapor Gambar Rusak / Tidak Sesuai / Tidak Terload Lapor [DISINI]

STASIUN KETIGA BELAS

Chapter 29 — Subjek Ketiga Belas

00:20 WIB

Raka tidak bisa melepaskan pandangannya dari foto itu.

Foto hitam-putih yang telah berusia puluhan tahun.

Namun wajah di dalamnya tetap sama.

Nara.

Persis seperti Nara yang dikenalnya.

. . .

"Tahun 1952..."

bisiknya.

"Itu tidak mungkin."

. . .

Adi berdiri di sampingnya.

Wajah anak itu terlihat lebih serius dari biasanya.

Seolah ia sudah mengetahui sesuatu yang tidak diketahui Raka.

. . .

"Ada yang lebih buruk."

kata Adi pelan.

Lalu menunjuk halaman berikutnya di dalam map.

. . .

Raka membalik lembaran tua itu.

Dan menemukan daftar nama.

Dua belas nama.

Semuanya dicoret tinta merah.

Semuanya diberi stempel:

SELESAI
. . .

Namun nama terakhir berbeda.

Tidak dicoret.

Tidak distempel.

Tidak ditandai.

. . .

Hanya tertulis:

SUBJEK 13
STATUS: AKTIF
. . .

Jantung Raka berdegup semakin cepat.

Ia membuka halaman berikutnya.

Lalu berikutnya lagi.

Dan berikutnya.

. . .

Semua halaman berisi hal yang sama.

Laporan.

Pengamatan.

Eksperimen.

Selama puluhan tahun.

. . .

Nama Nara muncul berulang kali.

1952.

1967.

1979.

1988.

1999.

2010.

2025.

. . .

Namun wajahnya tidak pernah berubah.

Tidak menua.

Tidak bertambah usia.

Tidak berubah sedikit pun.

. . .

"Apa sebenarnya dia?"

bisik Raka.

. . .

Sebelum Adi sempat menjawab...

seluruh gedung arsip bergetar.

BRRRRRMMMM—
. . .

Ribuan laci berguncang bersamaan.

Lampu-lampu berkedip.

Debu berjatuhan dari langit-langit.

. . .

Lalu sebuah suara terdengar.

Bukan dari pengeras suara.

Bukan dari luar gedung.

Melainkan dari seluruh bangunan.

AKSES TIDAK SAH TERDETEKSI
ARSIP TERLARANG TELAH DIBUKA
. . .

Wajah Adi langsung pucat.

"Kita harus pergi."
"Sekarang."
. . .

Namun semuanya sudah terlambat.

Karena salah satu lorong arsip mulai terbuka.

Perlahan.

Mengeluarkan suara gesekan logam tua.

GRRRRRRRAAAAKKK—
. . .

Dari balik lorong gelap itu...

muncul seseorang.

. . .

Seorang pria tua.

Mengenakan seragam kondektur kuno.

Model yang sudah tidak digunakan puluhan tahun.

Topinya kusam.

Wajahnya penuh kerutan.

Namun matanya tajam.

. . .

Sangat tajam.

. . .

Raka langsung mengenalinya.

Atau lebih tepatnya...

mengenali foto dirinya.

. . .

Karena pria itu adalah sosok yang berkali-kali muncul dalam arsip lama Stasiun Ketiga Belas.

Kondektur Misterius.

. . .

Pria tua itu memandang map di tangan Raka.

Lalu menghela napas panjang.

"Jadi akhirnya kau menemukannya."
. . .

Raka berdiri perlahan.

"Apa kau tahu siapa Nara?"

. . .

Pria itu tersenyum tipis.

Namun senyum itu tidak mengandung kehangatan.

Melainkan kelelahan.

Kelelahan seseorang yang terlalu lama hidup.

. . .

"Aku tahu."

jawabnya.

"Aku adalah orang yang membawanya ke sini."
. . .

Raka membeku.

Adi membeku.

Bahkan suara laci yang berguncang seolah menghilang.

. . .

Pria tua itu melangkah mendekat.

Kemudian menatap foto Nara.

"Dulu..."
"...dia bukan bernama Nara."
. . .

Kalimat itu membuat udara terasa lebih dingin.

. . .

"Kau ingin menemukan Nara?"

tanya pria tua itu.

"Kau ingin menemukan Mira?"

"Kau ingin menghentikan jam?"

. . .

Ia menunjuk ke arah Menara Penjaga yang terlihat dari jendela arsip.

"Kalau begitu..."
"...kau harus menemukan nama asli Subjek Ketiga Belas."
. . .

Tepat saat kalimat itu selesai...

seluruh lampu gedung padam.

BLAAAMM—
. . .

Dalam kegelapan total...

mata lentera biru menyala semakin terang.

Dan dari dalam cahaya itu...

sebuah suara perempuan kembali terdengar.

"Jangan percaya kondektur."
. . .

Suara Nara.

Atau seseorang yang terdengar seperti Nara.

— END OF CHAPTER 29 —

Tags: baca manga Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 29 : Subjek Ketiga Belas bahasa Indonesia, komik Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 29 : Subjek Ketiga Belas bahasa komik Indonesia, baca Stasiun Ketiga Belas Chapter 29 : Subjek Ketiga Belas online, Stasiun Ketiga Belas Chapter 29 : Subjek Ketiga Belas baru komiku, Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 29 : Subjek Ketiga Belas chapter, high quality sub indo, Stasiun Ketiga Belas 2 manga scan terbaru, manhwa web, , Maksum Rifai

Rekomendasi