Global Notification

Daftar Menjadi Penulis

- Stasiun Ketiga Belas Chapter 32 : Wajah di Balik Langit

All chapters are in

Baca manga Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 32 : Wajah di Balik Langit bahasa Indonesia terbaru di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Manga Stasiun Ketiga Belas 2 bahasa Indonesia selalu update di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Jangan lupa membaca update manga lainnya ya. Daftar koleksi manga MaxWebtoons | MaxsumReevay ada di menu Daftar Manga.

Lapor Gambar Rusak / Tidak Sesuai / Tidak Terload Lapor [DISINI]

STASIUN KETIGA BELAS

Chapter 32 — Wajah di Balik Langit

00:23 WIB

Tidak ada seorang pun yang bergerak.

Tidak ada yang berbicara.

Tidak ada yang berani bernapas terlalu keras.

. . .

Karena wajah raksasa itu masih berada di balik retakan langit.

Mengawasi mereka.

Mengawasi seluruh Kota Orang Hilang.

. . .

Dan wajah itu adalah wajah Raka.

Persis.

Tanpa perbedaan sedikit pun.

. . .

"Apa..."

Suara Raka terdengar serak.

"...itu?"

. . .

Kondektur Misterius menatap retakan langit.

Wajah tuanya terlihat semakin pucat.

"Itulah alasan kenapa kau dipilih."
. . .

Jantung Raka berdegup lebih cepat.

Dipilih?

Oleh siapa?

Untuk apa?

. . .

Sebelum ia sempat bertanya...

wajah raksasa itu perlahan membuka mata.

. . .

Dua bola mata bercahaya biru.

Sama seperti lentera.

Sama seperti mata Nara di dalam kabut.

. . .

Dan saat mata itu terbuka...

seluruh kota bergetar.

BRRRRRRMMMMMM—
. . .

Gedung Arsip retak dari lantai hingga atap.

Rak-rak dokumen runtuh.

Laci-laci beterbangan seperti daun diterpa badai.

. . .

Lalu suara terdengar.

Bukan melalui telinga.

Melainkan langsung di dalam kepala.

"AKHIRNYA..."
"...AKU MENEMUKANMU."
. . .

Raka jatuh berlutut.

Kepalanya terasa seperti dihantam palu.

Sakit.

Sangat sakit.

. . .

Namun yang membuatnya lebih takut...

adalah kenyataan bahwa suara itu juga miliknya.

. . .

Suara tersebut terdengar seperti suara Raka sendiri.

Hanya saja lebih tua.

Lebih dingin.

Lebih kosong.

. . .

"Tidak..."

bisik Adi.

"Tidak mungkin..."

. . .

Anak itu menatap retakan langit dengan wajah ketakutan.

Ketakutan yang belum pernah Raka lihat sebelumnya.

. . .

"Kau tahu siapa dia?"

tanya Raka.

. . .

Adi mengangguk perlahan.

Lalu menjawab dengan suara bergetar.

"Legenda tertua Kota Orang Hilang..."
"...menyebutnya sebagai Penumpang Pertama."
. . .

Penumpang Pertama.

Nama itu terasa asing.

Namun juga anehnya familiar.

. . .

Seolah Raka pernah mendengarnya.

Di suatu tempat.

Dalam suatu mimpi.

. . .

Kondektur Misterius menambahkan:

"Dia bukan manusia."
"Setidaknya..."
"...sudah tidak lagi."
. . .

Tiba-tiba lentera biru di tangan Raka terbuka sendiri.

KLIK.
. . .

Untuk pertama kalinya.

Sejak awal perjalanan.

Tutup kacanya terbuka.

. . .

Di dalamnya tidak ada api.

Tidak ada minyak.

Tidak ada sumber cahaya.

. . .

Yang ada hanyalah secarik kertas kecil.

Terlipat rapi.

. . .

Dengan tangan gemetar...

Raka mengambilnya.

Lalu membuka lipatannya.

. . .

Hanya ada satu kalimat.

JANGAN BIARKAN AKU KELUAR
. . .

Tidak ada nama.

Tidak ada penjelasan.

Namun tulisan tangan itu langsung dikenali Raka.

. . .

Karena itu tulisan Nara.

. . .

Seketika seluruh tubuhnya merinding.

Karena jika Nara menulis pesan itu...

berarti ia tahu sesuatu tentang makhluk di balik langit.

Sesuatu yang bahkan tidak diketahui Kondektur.

. . .

Namun sebelum mereka sempat membahasnya...

suara raksasa itu kembali menggema.

"BAWA KUNCI ITU."
"DATANG KE MENARA."
"DAN AKU AKAN MENGEMBALIKAN SEMUANYA."
. . .

Mira.

Nara.

Orang-orang yang hilang.

Semuanya.

. . .

Untuk sesaat...

Raka tergoda.

Sangat tergoda.

. . .

Lalu dari ujung ruangan yang runtuh...

terdengar suara lain.

Suara perempuan.

. . .

Lembut.

Dikenal.

Dan sangat dirindukannya.

"Jangan dengarkan dia, Raka."
. . .

Semua orang menoleh bersamaan.

. . .

Di tengah debu dan cahaya biru...

sesosok perempuan berdiri.

Wajahnya samar.

Tubuhnya seperti kabut.

Namun tidak ada keraguan sedikit pun.

. . .

Karena Raka mengenali suara itu.

. . .

Mira.

— END OF CHAPTER 32 —

Tags: baca manga Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 32 : Wajah di Balik Langit bahasa Indonesia, komik Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 32 : Wajah di Balik Langit bahasa komik Indonesia, baca Stasiun Ketiga Belas Chapter 32 : Wajah di Balik Langit online, Stasiun Ketiga Belas Chapter 32 : Wajah di Balik Langit baru komiku, Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 32 : Wajah di Balik Langit chapter, high quality sub indo, Stasiun Ketiga Belas 2 manga scan terbaru, manhwa web, , Maksum Rifai

Rekomendasi