Stasiun Ketiga Belas 2 - Stasiun Ketiga Belas Chapter 32 : Wajah di Balik Langit
Baca manga Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 32 : Wajah di Balik Langit bahasa Indonesia terbaru di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Manga Stasiun Ketiga Belas 2 bahasa Indonesia selalu update di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Jangan lupa membaca update manga lainnya ya. Daftar koleksi manga MaxWebtoons | MaxsumReevay ada di menu Daftar Manga.
Lapor Gambar Rusak / Tidak Sesuai / Tidak Terload Lapor [DISINI]
STASIUN KETIGA BELAS
Chapter 32 — Wajah di Balik Langit
Tidak ada seorang pun yang bergerak.
Tidak ada yang berbicara.
Tidak ada yang berani bernapas terlalu keras.
Karena wajah raksasa itu masih berada di balik retakan langit.
Mengawasi mereka.
Mengawasi seluruh Kota Orang Hilang.
Dan wajah itu adalah wajah Raka.
Persis.
Tanpa perbedaan sedikit pun.
"Apa..."
Suara Raka terdengar serak.
"...itu?"
Kondektur Misterius menatap retakan langit.
Wajah tuanya terlihat semakin pucat.
Jantung Raka berdegup lebih cepat.
Dipilih?
Oleh siapa?
Untuk apa?
Sebelum ia sempat bertanya...
wajah raksasa itu perlahan membuka mata.
Dua bola mata bercahaya biru.
Sama seperti lentera.
Sama seperti mata Nara di dalam kabut.
Dan saat mata itu terbuka...
seluruh kota bergetar.
Gedung Arsip retak dari lantai hingga atap.
Rak-rak dokumen runtuh.
Laci-laci beterbangan seperti daun diterpa badai.
Lalu suara terdengar.
Bukan melalui telinga.
Melainkan langsung di dalam kepala.
Raka jatuh berlutut.
Kepalanya terasa seperti dihantam palu.
Sakit.
Sangat sakit.
Namun yang membuatnya lebih takut...
adalah kenyataan bahwa suara itu juga miliknya.
Suara tersebut terdengar seperti suara Raka sendiri.
Hanya saja lebih tua.
Lebih dingin.
Lebih kosong.
"Tidak..."
bisik Adi.
"Tidak mungkin..."
Anak itu menatap retakan langit dengan wajah ketakutan.
Ketakutan yang belum pernah Raka lihat sebelumnya.
"Kau tahu siapa dia?"
tanya Raka.
Adi mengangguk perlahan.
Lalu menjawab dengan suara bergetar.
Penumpang Pertama.
Nama itu terasa asing.
Namun juga anehnya familiar.
Seolah Raka pernah mendengarnya.
Di suatu tempat.
Dalam suatu mimpi.
Kondektur Misterius menambahkan:
Tiba-tiba lentera biru di tangan Raka terbuka sendiri.
Untuk pertama kalinya.
Sejak awal perjalanan.
Tutup kacanya terbuka.
Di dalamnya tidak ada api.
Tidak ada minyak.
Tidak ada sumber cahaya.
Yang ada hanyalah secarik kertas kecil.
Terlipat rapi.
Dengan tangan gemetar...
Raka mengambilnya.
Lalu membuka lipatannya.
Hanya ada satu kalimat.
Tidak ada nama.
Tidak ada penjelasan.
Namun tulisan tangan itu langsung dikenali Raka.
Karena itu tulisan Nara.
Seketika seluruh tubuhnya merinding.
Karena jika Nara menulis pesan itu...
berarti ia tahu sesuatu tentang makhluk di balik langit.
Sesuatu yang bahkan tidak diketahui Kondektur.
Namun sebelum mereka sempat membahasnya...
suara raksasa itu kembali menggema.
Mira.
Nara.
Orang-orang yang hilang.
Semuanya.
Untuk sesaat...
Raka tergoda.
Sangat tergoda.
Lalu dari ujung ruangan yang runtuh...
terdengar suara lain.
Suara perempuan.
Lembut.
Dikenal.
Dan sangat dirindukannya.
Semua orang menoleh bersamaan.
Di tengah debu dan cahaya biru...
sesosok perempuan berdiri.
Wajahnya samar.
Tubuhnya seperti kabut.
Namun tidak ada keraguan sedikit pun.
Karena Raka mengenali suara itu.
Mira.
Tags: baca manga Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 32 : Wajah di Balik Langit bahasa Indonesia, komik Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 32 : Wajah di Balik Langit bahasa komik Indonesia, baca Stasiun Ketiga Belas Chapter 32 : Wajah di Balik Langit online, Stasiun Ketiga Belas Chapter 32 : Wajah di Balik Langit baru komiku, Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 32 : Wajah di Balik Langit chapter, high quality sub indo, Stasiun Ketiga Belas 2 manga scan terbaru, manhwa web, , Maksum Rifai

Komentar (0)