Stasiun Ketiga Belas 2 - Stasiun Ketiga Belas Chapter 34 : Peron Nol
Baca manga Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 34 : Peron Nol bahasa Indonesia terbaru di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Manga Stasiun Ketiga Belas 2 bahasa Indonesia selalu update di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Jangan lupa membaca update manga lainnya ya. Daftar koleksi manga MaxWebtoons | MaxsumReevay ada di menu Daftar Manga.
Lapor Gambar Rusak / Tidak Sesuai / Tidak Terload Lapor [DISINI]
STASIUN KETIGA BELAS
Chapter 34 — Peron Nol
"Peron Nol..."
Nama itu menggantung di udara seperti kutukan.
Membuat seluruh ruangan kembali sunyi.
Kondektur Misterius masih memegang tiket tua itu.
Tangannya gemetar.
Matanya terpaku pada tulisan yang mulai memudar.
Raka belum pernah melihat pria tua itu setakut ini.
Bahkan saat laci hitam terbuka.
Bahkan saat Penumpang Pertama muncul di balik langit.
"Apa itu Peron Nol?"
tanya Raka.
Kondektur menutup mata.
Seolah sedang memutuskan apakah ia harus mengatakan kebenaran.
Atau tetap menyembunyikannya.
Namun sebelum ia menjawab...
Adi berbicara lebih dulu.
Raka menoleh.
Anak itu tampak pucat.
Tapi sorot matanya tidak lagi ragu.
"Peron Tiga Belas bukan stasiun pertama."
lanjut Adi.
"Dan Kota Orang Hilang bukan dunia pertama."
Jantung Raka berdetak lebih cepat.
"Dulu..."
kata Adi.
"sebelum ada Peron Tiga Belas..."
"ada Peron Nol."
Lentera biru berdenyut pelan.
Seolah mengonfirmasi ucapan itu.
"Kota ini bukan tempat untuk orang hilang."
lanjut Adi.
"Awalnya kota ini dibuat untuk menyimpan waktu."
"Waktu?"
Adi mengangguk.
Seluruh kemungkinan.
Seluruh masa lalu.
Seluruh masa depan.
Disimpan di satu tempat.
Peron Nol.
Raka teringat arsip-arsip dirinya.
Puluhan kehidupan berbeda.
Puluhan kemungkinan masa depan.
Kini semuanya mulai masuk akal.
Atau justru semakin tidak masuk akal.
"Apa yang terjadi pada Peron Nol?"
Kali ini Kondektur yang menjawab.
Suaranya pelan.
Sangat pelan.
Hanya tiga kata.
Namun wajah Adi langsung berubah.
"Siapa yang membukanya?"
tanya Raka.
Kondektur menatap retakan langit.
Ke arah sosok raksasa yang masih mengawasi dari kejauhan.
Lalu menjawab:
Seketika udara terasa lebih dingin.
"Dia ingin keluar."
kata Kondektur.
"Dia ingin membawa seluruh kemungkinan menjadi kenyataan."
Raka merinding.
Karena tiba-tiba ia teringat wajahnya sendiri di balik langit.
Dan puluhan arsip kehidupannya.
Serta kemungkinan-kemungkinan yang tersimpan di Gedung Arsip.
Seolah Penumpang Pertama bukan sekadar seseorang.
Melainkan gabungan dari banyak seseorang.
Tiba-tiba tiket Peron Nol menyala.
Sebuah peta muncul.
Namun berbeda dari sebelumnya.
Bukan peta Kota Orang Hilang.
Melainkan peta rel.
Rel tua.
Rel yang tidak tercatat di mana pun.
Rel itu mengarah ke bawah kota.
Jauh ke bawah.
Lebih dalam daripada Ruang Mesin.
Lebih dalam daripada Menara.
Di ujung jalur...
terlihat sebuah simbol.
Lingkaran hitam.
Dengan angka:
Lalu suara yang sangat dikenal kembali terdengar.
Bukan dari langit.
Bukan dari lentera.
Melainkan dari balik rel cahaya.
Suara Nara.
Kemudian suara itu menghilang.
Meninggalkan satu kalimat terakhir.
Raka membeku.
Selama ini...
semua petunjuk mengarah ke Menara Penjaga.
Semua orang percaya Nara ada di sana.
Namun jika Nara berkata benar...
berarti seseorang telah mengarahkan mereka ke tempat yang salah sejak awal.
Dan hanya ada satu orang yang terus mengatakan hal itu.
Kondektur Misterius.
Tags: baca manga Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 34 : Peron Nol bahasa Indonesia, komik Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 34 : Peron Nol bahasa komik Indonesia, baca Stasiun Ketiga Belas Chapter 34 : Peron Nol online, Stasiun Ketiga Belas Chapter 34 : Peron Nol baru komiku, Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 34 : Peron Nol chapter, high quality sub indo, Stasiun Ketiga Belas 2 manga scan terbaru, manhwa web, , Maksum Rifai

Komentar (0)