Global Notification

Daftar Menjadi Penulis

- Stasiun Ketiga Belas Chapter 34 : Peron Nol

All chapters are in

Baca manga Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 34 : Peron Nol bahasa Indonesia terbaru di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Manga Stasiun Ketiga Belas 2 bahasa Indonesia selalu update di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Jangan lupa membaca update manga lainnya ya. Daftar koleksi manga MaxWebtoons | MaxsumReevay ada di menu Daftar Manga.

Lapor Gambar Rusak / Tidak Sesuai / Tidak Terload Lapor [DISINI]

STASIUN KETIGA BELAS

Chapter 34 — Peron Nol

00:25 WIB

"Peron Nol..."

Nama itu menggantung di udara seperti kutukan.

Membuat seluruh ruangan kembali sunyi.

. . .

Kondektur Misterius masih memegang tiket tua itu.

Tangannya gemetar.

Matanya terpaku pada tulisan yang mulai memudar.

PERON 0
AKSES DITUTUP SEJAK INSIDEN PERTAMA
. . .

Raka belum pernah melihat pria tua itu setakut ini.

Bahkan saat laci hitam terbuka.

Bahkan saat Penumpang Pertama muncul di balik langit.

. . .

"Apa itu Peron Nol?"

tanya Raka.

. . .

Kondektur menutup mata.

Seolah sedang memutuskan apakah ia harus mengatakan kebenaran.

Atau tetap menyembunyikannya.

. . .

Namun sebelum ia menjawab...

Adi berbicara lebih dulu.

"Itu tempat semuanya dimulai."
. . .

Raka menoleh.

Anak itu tampak pucat.

Tapi sorot matanya tidak lagi ragu.

. . .

"Peron Tiga Belas bukan stasiun pertama."

lanjut Adi.

"Dan Kota Orang Hilang bukan dunia pertama."

. . .

Jantung Raka berdetak lebih cepat.

. . .

"Dulu..."

kata Adi.

"sebelum ada Peron Tiga Belas..."

"ada Peron Nol."

. . .

Lentera biru berdenyut pelan.

Seolah mengonfirmasi ucapan itu.

. . .

"Kota ini bukan tempat untuk orang hilang."

lanjut Adi.

"Awalnya kota ini dibuat untuk menyimpan waktu."

. . .

"Waktu?"

. . .

Adi mengangguk.

"Detik yang terlupakan."
"Hari yang tidak jadi terjadi."
"Pilihan yang tidak pernah diambil."
. . .

Seluruh kemungkinan.

Seluruh masa lalu.

Seluruh masa depan.

Disimpan di satu tempat.

. . .

Peron Nol.

. . .

Raka teringat arsip-arsip dirinya.

Puluhan kehidupan berbeda.

Puluhan kemungkinan masa depan.

Kini semuanya mulai masuk akal.

. . .

Atau justru semakin tidak masuk akal.

. . .

"Apa yang terjadi pada Peron Nol?"

. . .

Kali ini Kondektur yang menjawab.

Suaranya pelan.

Sangat pelan.

"Peron Nol dibuka."
. . .

Hanya tiga kata.

Namun wajah Adi langsung berubah.

. . .

"Siapa yang membukanya?"

tanya Raka.

. . .

Kondektur menatap retakan langit.

Ke arah sosok raksasa yang masih mengawasi dari kejauhan.

. . .

Lalu menjawab:

"Penumpang Pertama."
. . .

Seketika udara terasa lebih dingin.

. . .

"Dia ingin keluar."

kata Kondektur.

"Dia ingin membawa seluruh kemungkinan menjadi kenyataan."

"Semua dunia."
"Semua masa depan."
"Semua versi manusia."
"Menjadi satu."
. . .

Raka merinding.

. . .

Karena tiba-tiba ia teringat wajahnya sendiri di balik langit.

Dan puluhan arsip kehidupannya.

Serta kemungkinan-kemungkinan yang tersimpan di Gedung Arsip.

. . .

Seolah Penumpang Pertama bukan sekadar seseorang.

Melainkan gabungan dari banyak seseorang.

. . .

Tiba-tiba tiket Peron Nol menyala.

FWUUUMM—
. . .

Sebuah peta muncul.

Namun berbeda dari sebelumnya.

Bukan peta Kota Orang Hilang.

. . .

Melainkan peta rel.

Rel tua.

Rel yang tidak tercatat di mana pun.

. . .

Rel itu mengarah ke bawah kota.

Jauh ke bawah.

Lebih dalam daripada Ruang Mesin.

Lebih dalam daripada Menara.

. . .

Di ujung jalur...

terlihat sebuah simbol.

Lingkaran hitam.

Dengan angka:

0
. . .

Lalu suara yang sangat dikenal kembali terdengar.

Bukan dari langit.

Bukan dari lentera.

Melainkan dari balik rel cahaya.

. . .

Suara Nara.

"Kalau ingin menemukan aku..."
"...jangan datang ke Menara."
"Temukan Peron Nol."
. . .

Kemudian suara itu menghilang.

Meninggalkan satu kalimat terakhir.

"Karena aku tidak pernah berada di Menara."
. . .

Raka membeku.

Selama ini...

semua petunjuk mengarah ke Menara Penjaga.

Semua orang percaya Nara ada di sana.

. . .

Namun jika Nara berkata benar...

berarti seseorang telah mengarahkan mereka ke tempat yang salah sejak awal.

. . .

Dan hanya ada satu orang yang terus mengatakan hal itu.

. . .

Kondektur Misterius.

— END OF CHAPTER 34 —

Tags: baca manga Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 34 : Peron Nol bahasa Indonesia, komik Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 34 : Peron Nol bahasa komik Indonesia, baca Stasiun Ketiga Belas Chapter 34 : Peron Nol online, Stasiun Ketiga Belas Chapter 34 : Peron Nol baru komiku, Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 34 : Peron Nol chapter, high quality sub indo, Stasiun Ketiga Belas 2 manga scan terbaru, manhwa web, , Maksum Rifai

Rekomendasi