Global Notification

Daftar Menjadi Penulis

- Stasiun Ketiga Belas Chapter 36 : Foto Tahun Sembilan Belas Lima Dua

All chapters are in

Baca manga Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 36 : Foto Tahun Sembilan Belas Lima Dua bahasa Indonesia terbaru di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Manga Stasiun Ketiga Belas 2 bahasa Indonesia selalu update di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Jangan lupa membaca update manga lainnya ya. Daftar koleksi manga MaxWebtoons | MaxsumReevay ada di menu Daftar Manga.

Lapor Gambar Rusak / Tidak Sesuai / Tidak Terload Lapor [DISINI]

STASIUN KETIGA BELAS

Chapter 36 — Foto Tahun 1952

00:27 WIB

Tidak ada yang berbicara.

Bahkan suara sirene dari luar seakan menjauh.

Semua perhatian tertuju pada foto tua yang menempel di dinding arsip.

. . .

13 Agustus 1952.

Tanggal itu terasa mustahil.

Mustahil bagi Raka.

Mustahil bagi Nara.

Dan mustahil bagi siapa pun yang masih hidup sekarang.

. . .

Namun wajah dalam foto itu tidak bisa dibantah.

Pria muda itu adalah dirinya.

Persis dirinya.

Tidak berbeda satu hari pun.

. . .

Gadis di sampingnya juga sama.

Rambut panjang.

Jaket denim.

Senyum tenang yang selalu dikenalnya.

. . .

Nara.

. . .

Dan orang ketiga...

Kondektur Misterius.

Namun jauh lebih muda.

Jauh lebih segar.

Belum memiliki wajah penuh penyesalan seperti sekarang.

. . .

"Kau bilang kau tidak mengenalku."

kata Raka pelan.

. . .

Kondektur tidak menjawab.

Tatapannya tidak pernah lepas dari foto tersebut.

. . .

"Aku memang tidak mengenalmu."

jawabnya akhirnya.

"Setidaknya..."

"...bukan Raka yang ini."

. . .

Raka merasakan tenggorokannya mengering.

. . .

Kata-kata itu jauh lebih mengerikan daripada yang ia harapkan.

Karena itu berarti ada kemungkinan lain.

Kemungkinan yang selama ini berusaha ia abaikan.

. . .

Bahwa dirinya bukan orang pertama yang bernama Raka.

. . .

Tiba-tiba lentera biru kembali menyala terang.

FWUUUMMMM—
. . .

Foto di dinding bergerak.

Bukan secara kiasan.

Benar-benar bergerak.

. . .

Orang-orang di dalam foto mulai hidup.

Seperti potongan film lama.

. . .

Raka melihat dirinya versi tahun 1952 sedang tertawa bersama Nara.

Mereka berdiri di sebuah stasiun yang belum pernah ia lihat.

Stasiun tua.

Sunyi.

Dan memiliki satu papan bertuliskan:

PERON 0
. . .

Lalu gambar itu berubah.

Lebih cepat.

Seperti memutar kenangan yang rusak.

. . .

Kereta datang.

Kabut turun.

Orang-orang berlari.

Sirene berbunyi.

. . .

Dan untuk pertama kalinya...

Raka melihat Insiden Pertama.

. . .

Seluruh langit pecah.

Retakan yang sama seperti sekarang.

Namun jauh lebih besar.

Jauh lebih mengerikan.

. . .

Di balik retakan itu...

terlihat ribuan wajah.

Ribuan versi manusia.

Ribuan kemungkinan.

. . .

Mereka semua berusaha masuk ke dunia yang sama.

. . .

Lalu sosok Raka tahun 1952 berlari menuju rel.

Menuju pusat retakan.

. . .

Nara mengejarnya.

Berteriak sesuatu.

Namun suara film itu tidak terdengar.

. . .

Yang terlihat hanyalah ekspresi ketakutan di wajahnya.

Ketakutan yang belum pernah Raka lihat sebelumnya.

. . .

Lalu...

gambar membeku.

. . .

Tepat saat Raka tahun 1952 menyentuh sesuatu di tengah rel.

Sebuah pintu.

Pintu hitam raksasa.

Dengan simbol angka:

13
. . .

Kondektur langsung memalingkan wajah.

Seolah tidak sanggup melihatnya lagi.

. . .

Namun gambar belum selesai.

. . .

Karena perlahan...

Raka tahun 1952 menoleh ke arah penonton.

Ke arah mereka.

Ke arah Raka.

. . .

Lalu tersenyum.

Senyum yang membuat darah membeku.

Karena itu bukan senyum manusia yang sedang bahagia.

Melainkan seseorang yang baru menyadari sebuah rahasia besar.

. . .

Kemudian bibirnya bergerak.

Membentuk kalimat tanpa suara.

. . .

Namun Raka bisa membacanya.

Dengan sangat jelas.

"AKU GAGAL."
"JANGAN ULANGI KESALAHANKU."
. . .

BRAAAKKKK!!

. . .

Film kenangan itu pecah.

Dinding arsip runtuh.

Dan dari bawah tangga spiral...

suara kereta tua terdengar semakin dekat.

TUUUUUTTTTTT—
. . .

Kali ini bukan suara dari kejauhan.

Melainkan tepat di bawah mereka.

. . .

Lalu sebuah cahaya kuning redup muncul dari kedalaman.

Naik perlahan.

Mendekat.

Seperti kereta yang akan tiba di stasiun.

. . .

Dan di bagian depan lokomotif tua itu...

tertulis satu nama.

KERETA PERTAMA
— END OF CHAPTER 36 —

Tags: baca manga Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 36 : Foto Tahun Sembilan Belas Lima Dua bahasa Indonesia, komik Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 36 : Foto Tahun Sembilan Belas Lima Dua bahasa komik Indonesia, baca Stasiun Ketiga Belas Chapter 36 : Foto Tahun Sembilan Belas Lima Dua online, Stasiun Ketiga Belas Chapter 36 : Foto Tahun Sembilan Belas Lima Dua baru komiku, Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 36 : Foto Tahun Sembilan Belas Lima Dua chapter, high quality sub indo, Stasiun Ketiga Belas 2 manga scan terbaru, manhwa web, , Maksum Rifai

Rekomendasi