Stasiun Ketiga Belas 2 - Stasiun Ketiga Belas Chapter 37 : Kereta Pertama
Baca manga Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 37 : Kereta Pertama bahasa Indonesia terbaru di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Manga Stasiun Ketiga Belas 2 bahasa Indonesia selalu update di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Jangan lupa membaca update manga lainnya ya. Daftar koleksi manga MaxWebtoons | MaxsumReevay ada di menu Daftar Manga.
Lapor Gambar Rusak / Tidak Sesuai / Tidak Terload Lapor [DISINI]
STASIUN KETIGA BELAS
Chapter 37 — Kereta Pertama
TUUUUUTTTTT—
Suara peluit itu mengguncang seluruh Gedung Arsip.
Lebih tua.
Lebih berat.
Seolah berasal dari zaman yang sudah dilupakan dunia.
Cahaya kuning dari dasar tangga spiral semakin terang.
Perlahan mendekat.
Naik dari kedalaman yang tidak seharusnya ada.
Lalu mereka melihatnya.
Sebuah lokomotif uap hitam.
Tua.
Sangat tua.
Catnya mengelupas.
Logamnya dipenuhi karat keperakan yang berkilau aneh.
Namun roda-roda kereta itu tetap berputar.
Tetap hidup.
Meski tidak terlihat adanya bahan bakar.
Tidak ada masinis.
Tidak ada awak.
Di bagian depan lokomotif terpasang pelat logam tua:
Raka merasakan lentera biru di tangannya bergetar.
Semakin kuat.
Seolah mengenali sesuatu.
Kereta itu berhenti tepat di depan tangga spiral.
Dengan suara rem yang panjang dan menyayat.
Lalu pintu gerbong pertama terbuka sendiri.
Tidak ada seorang pun yang keluar.
Yang muncul justru kabut putih.
Kabut yang sama dengan yang selalu muncul sebelum kejadian aneh terjadi.
Namun kali ini...
kabut tersebut membentuk angka.
Sebuah angka raksasa.
Adi langsung menundukkan kepala.
Seperti seseorang yang sedang memberi hormat.
"Kau pernah melihat kereta ini?"
tanya Raka.
Adi menggeleng.
"Tidak."
"Tidak ada yang pernah melihatnya dan kembali menceritakannya."
Kalimat itu tidak membuat Raka merasa lebih tenang.
Tiba-tiba tiket Peron Nol di tangannya mulai terbakar cahaya biru.
Namun tidak hancur.
Sebaliknya...
tulisan baru muncul di permukaannya.
Hanya satu nama.
Tidak ada nama Adi.
Tidak ada nama Kondektur.
Raka menatap mereka berdua.
"Kalian tidak ikut?"
Kondektur tersenyum pahit.
Jawaban.
Dan mungkin juga kebenaran yang selama ini disembunyikan.
Tiba-tiba suara Penumpang Pertama kembali menggema dari langit yang retak.
Semua membeku.
Itu pertama kalinya makhluk itu mencoba menghentikan Raka.
Bukan memanggil.
Bukan membujuk.
Melainkan melarang.
Dan justru karena itulah...
Raka semakin yakin.
Kereta ini memang menuju sesuatu yang tidak ingin diketahui Penumpang Pertama.
Ia melangkah mendekati gerbong.
Satu langkah.
Dua langkah.
Tiga langkah.
Saat kakinya menyentuh pijakan pertama...
sesuatu muncul di kaca jendela gerbong.
Pantulan dirinya.
Namun bukan dirinya saat ini.
Melainkan Raka yang jauh lebih tua.
Rambut memutih.
Mata lelah.
Wajah penuh luka.
Versi dirinya yang tampak telah menjalani perjalanan sangat panjang.
Pantulan itu mengangkat tangan.
Lalu menempelkan telapak tangannya ke kaca.
Sama seperti sosok misterius yang pernah dilihat Raka di kereta sebelumnya.
Kemudian bibirnya bergerak.
Raka membeku.
Karena kali ini ia benar-benar mendengar suaranya.
Dan sebelum ia sempat bereaksi...
pantulan itu menambahkan satu kalimat lagi:
Tags: baca manga Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 37 : Kereta Pertama bahasa Indonesia, komik Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 37 : Kereta Pertama bahasa komik Indonesia, baca Stasiun Ketiga Belas Chapter 37 : Kereta Pertama online, Stasiun Ketiga Belas Chapter 37 : Kereta Pertama baru komiku, Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 37 : Kereta Pertama chapter, high quality sub indo, Stasiun Ketiga Belas 2 manga scan terbaru, manhwa web, , Maksum Rifai

Komentar (0)