Stasiun Ketiga Belas 2 - Stasiun Ketiga Belas Chapter 38 : Pantulan Terakhir
Baca manga Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 38 : Pantulan Terakhir bahasa Indonesia terbaru di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Manga Stasiun Ketiga Belas 2 bahasa Indonesia selalu update di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Jangan lupa membaca update manga lainnya ya. Daftar koleksi manga MaxWebtoons | MaxsumReevay ada di menu Daftar Manga.
Lapor Gambar Rusak / Tidak Sesuai / Tidak Terload Lapor [DISINI]
STASIUN KETIGA BELAS
Chapter 38 — Pantulan Terakhir
"Aku sudah membuka Peron Nol."
Kalimat itu masih terngiang di kepala Raka.
Bahkan setelah pantulan di kaca gerbong menghilang.
Bahkan setelah jendela kembali memantulkan wajahnya sendiri.
Tidak.
Bukan wajahnya sendiri.
Karena kini Raka tidak lagi yakin siapa dirinya sebenarnya.
Kereta Pertama mengeluarkan suara mendesis panjang.
Kabut putih keluar dari celah-celah logam tua.
Menyelimuti seluruh Gedung Arsip.
Lalu pintu gerbong terbuka lebih lebar.
Memperlihatkan bagian dalam kereta.
Dan untuk pertama kalinya...
Raka melihat sesuatu yang mustahil.
Gerbong itu kosong.
Namun tidak benar-benar kosong.
Karena setiap kursi ditempati oleh bayangan.
Ratusan sosok duduk diam.
Membelakangi jendela.
Tidak bergerak.
Tidak berbicara.
Mereka semua memiliki wajah yang sama.
Wajah Raka.
Versi tua.
Versi muda.
Versi yang terluka.
Versi yang memakai seragam penjaga.
Versi yang tidak pernah dikenalnya.
Seluruh kemungkinan dirinya.
Adi mundur selangkah.
Wajahnya pucat.
Kondektur Misterius memejamkan mata.
Seolah ia sudah mengetahui apa yang akan mereka lihat.
Lalu salah satu sosok di dalam gerbong berdiri.
Seorang pria berusia sekitar empat puluh tahun.
Memiliki bekas luka panjang di wajahnya.
Dan mata biru yang bersinar samar.
Ia berjalan mendekati pintu.
Perlahan.
Tanpa suara.
Ketika sampai di ambang pintu...
ia menatap langsung ke arah Raka.
Lalu berkata:
Sosok kedua berdiri.
Versi Raka yang jauh lebih tua.
Rambutnya hampir seluruhnya putih.
Sosok ketiga berdiri.
Raka merasakan lututnya melemas.
Karena semakin banyak sosok berdiri.
Satu demi satu.
Puluhan.
Lalu ratusan.
Semuanya berbicara bersamaan.
Ribuan kemungkinan.
Ribuan hasil.
Ribuan akhir.
Dan tidak ada satu pun yang sama.
Tiba-tiba seluruh sosok itu diam serempak.
Menatap ke arah belakang gerbong.
Seolah ada seseorang yang jauh lebih penting.
Seseorang yang baru saja bangkit dari kursinya.
Langkah kaki terdengar dari dalam kegelapan.
Lalu sosok itu muncul.
Dan seluruh tubuh Raka langsung membeku.
Karena orang tersebut bukan versi dirinya.
Bukan Penumpang Pertama.
Bukan Kondektur.
Melainkan Nara.
Namun bukan Nara yang ia kenal.
Matanya bercahaya biru.
Di tangannya tergenggam kunci bernomor 13.
Dan seragam yang dikenakannya menyerupai seragam kondektur tua.
Nara melangkah hingga berada tepat di depan pintu gerbong.
Memandang Raka tanpa senyum.
Tanpa kesedihan.
Tanpa keraguan.
Lalu mengucapkan satu kalimat:
Lagi.
Bukan "datang".
Melainkan "datang lagi".
Seolah pertemuan ini...
sudah terjadi berkali-kali sebelumnya.
Tags: baca manga Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 38 : Pantulan Terakhir bahasa Indonesia, komik Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 38 : Pantulan Terakhir bahasa komik Indonesia, baca Stasiun Ketiga Belas Chapter 38 : Pantulan Terakhir online, Stasiun Ketiga Belas Chapter 38 : Pantulan Terakhir baru komiku, Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 38 : Pantulan Terakhir chapter, high quality sub indo, Stasiun Ketiga Belas 2 manga scan terbaru, manhwa web, , Maksum Rifai

Komentar (0)