Stasiun Ketiga Belas 2 - Stasiun Ketiga Belas Chapter 40 : Akhir yang Pertama
Baca manga Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 40 : Akhir yang Pertama bahasa Indonesia terbaru di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Manga Stasiun Ketiga Belas 2 bahasa Indonesia selalu update di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Jangan lupa membaca update manga lainnya ya. Daftar koleksi manga MaxWebtoons | MaxsumReevay ada di menu Daftar Manga.
Lapor Gambar Rusak / Tidak Sesuai / Tidak Terload Lapor [DISINI]
STASIUN KETIGA BELAS
Chapter 40 — Akhir yang Pertama
Untuk pertama kalinya...
Nara terlihat takut.
Bukan takut pada kereta raksasa yang muncul dari retakan langit.
Bukan takut pada ribuan wajah yang memenuhi badan lokomotif hitam itu.
Bukan takut pada Penumpang Pertama.
Melainkan takut pada sesuatu yang akan segera terjadi.
Sesuatu yang sudah ia lihat berkali-kali.
Dan gagal ia cegah.
Kereta hitam perlahan bergerak di atas rel-rel langit.
Tidak menyentuh tanah.
Tidak membutuhkan jalur.
Namun seluruh dunia bergetar setiap kali rodanya berputar.
Rel-rel kemungkinan mulai patah.
Satu demi satu.
Jutaan jalur kehidupan mulai runtuh seperti benang yang dipotong.
Di kejauhan...
Raka melihat dunia-dunia lain menghilang.
Seperti lampu yang dipadamkan.
Satu dunia.
Dua dunia.
Sepuluh dunia.
Ribuan dunia.
Dan setiap dunia yang lenyap...
menjadi bagian dari kereta hitam tersebut.
"Itu yang terjadi jika dia menang."
kata Nara.
"Semua kemungkinan disatukan."
"Tidak ada pilihan."
"Tidak ada masa depan."
"Hanya satu jalur."
Penumpang Pertama tersenyum.
Ribuan wajah di tubuhnya ikut tersenyum.
Suara itu bergema di seluruh rel kemungkinan.
Raka membenci dirinya sendiri...
karena sebagian kecil dirinya setuju.
Jika semua kemungkinan menjadi satu...
Mira mungkin kembali.
Nara mungkin selamat.
Tidak ada seorang pun yang hilang.
Penumpang Pertama menatapnya.
Seolah mengetahui isi pikirannya.
Lalu ia mengangkat tangannya.
Dan sesuatu muncul di depan Raka.
Sebuah dunia.
Dunia yang sangat dikenal.
Jakarta.
Hari biasa.
Langit cerah.
Tidak ada Stasiun Ketiga Belas.
Mira sedang tertawa.
Masih hidup.
Masih bersama keluarganya.
Nara sedang menjaga kedai kopi kecil dekat stasiun.
Tersenyum seperti dahulu.
Dan Raka...
tidak pernah memulai perjalanan ini.
Tidak ada rasa sakit.
Tidak ada kehilangan.
Tidak ada misteri.
Hanya kehidupan normal.
Air mata hampir jatuh dari mata Raka.
Nara langsung maju.
Wajahnya berubah pucat.
Namun terlambat.
Karena Raka sudah melihat sesuatu yang lain.
Di balik dunia sempurna itu...
ada bayangan.
Sangat samar.
Nyaris tidak terlihat.
Bayangan jutaan orang.
Terjebak.
Diam.
Tidak bergerak.
Seperti foto yang dibekukan selamanya.
Raka akhirnya mengerti.
Penumpang Pertama tidak ingin menyelamatkan dunia.
Ia ingin menghentikan dunia.
Tidak ada lagi kehilangan...
karena tidak ada lagi perubahan.
Tidak ada lagi pilihan.
Tidak ada lagi kehidupan.
Hanya keabadian yang membeku.
Dan saat itulah...
Kereta Pertama membunyikan peluitnya.
Seluruh rel kemungkinan bergetar.
Seluruh versi Raka di dalam gerbong berdiri bersamaan.
Ratusan.
Ribuan.
Mungkin jutaan.
Lalu mereka berkata serempak:
Dan untuk pertama kalinya...
kunci bernomor 13 di tangan Nara retak.
Wajah Nara langsung berubah.
Karena ia tahu arti retakan itu.
Sesuatu telah terbuka.
Sesuatu yang bahkan Peron Nol selama ini berusaha segel.
Dan dari kedalaman rel tak berujung...
terdengar suara langkah kaki.
Bukan satu.
Bukan puluhan.
Melainkan jutaan langkah.
Seseorang...
atau sesuatu...
sedang datang menuju Peron Nol.
Tags: baca manga Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 40 : Akhir yang Pertama bahasa Indonesia, komik Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 40 : Akhir yang Pertama bahasa komik Indonesia, baca Stasiun Ketiga Belas Chapter 40 : Akhir yang Pertama online, Stasiun Ketiga Belas Chapter 40 : Akhir yang Pertama baru komiku, Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 40 : Akhir yang Pertama chapter, high quality sub indo, Stasiun Ketiga Belas 2 manga scan terbaru, manhwa web, , Maksum Rifai

Komentar (0)