Stasiun Ketiga Belas 2 - Stasiun Ketiga Belas Chapter 42 : Penumpang Pertama
Baca manga Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 42 : Penumpang Pertama bahasa Indonesia terbaru di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Manga Stasiun Ketiga Belas 2 bahasa Indonesia selalu update di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Jangan lupa membaca update manga lainnya ya. Daftar koleksi manga MaxWebtoons | MaxsumReevay ada di menu Daftar Manga.
Lapor Gambar Rusak / Tidak Sesuai / Tidak Terload Lapor [DISINI]
STASIUN KETIGA BELAS
Chapter 42 — Penumpang Pertama
Nama itu tidak mungkin ada.
Raka menatap tiket tua yang dipegang Harun.
Kertasnya sudah menguning.
Sudut-sudutnya nyaris hancur dimakan waktu.
Namun tulisan di tengahnya masih jelas.
"Itu tidak mungkin."
bisik Raka.
"Aku bahkan belum lahir."
Harun tersenyum tipis.
Senyum seseorang yang sudah terlalu sering mendengar kalimat itu.
Harun menunjuk ke arah Penumpang Pertama.
Seluruh rel kemungkinan mendadak sunyi.
Bahkan kereta raksasa di langit berhenti bergerak.
Untuk pertama kalinya...
Penumpang Pertama tampak terganggu.
ucapnya.
Harun tidak menggubris.
Ia justru melangkah maju.
Satu langkah.
Dua langkah.
Tiga langkah.
Lentera biru di tangan jutaan petugas stasiun menyala bersamaan.
Langit berubah.
Kereta berubah.
Peron Nol berubah.
Sebuah kenangan raksasa terbuka di atas mereka.
Seperti layar yang membentang memenuhi alam semesta.
Dan Raka melihatnya.
Stasiun kecil.
Tahun 1887.
Hujan deras.
Rel-rel baru saja selesai dibangun.
Seorang pria muda berdiri sendirian di peron.
Membawa lentera.
Membawa tiket.
Membawa rasa kehilangan yang sangat dalam.
Dan wajah pria itu...
adalah wajah Raka.
Lebih tepatnya...
versi pertama dari dirinya.
"Siapa dia?"
tanya Raka.
Harun menjawab tanpa mengalihkan pandangan.
Jantung Raka berhenti berdetak sesaat.
"Orang yang menjadi Penumpang Pertama."
BUMMM.
Seluruh dunia seperti pecah.
Adi sampai terjatuh.
Kondektur Misterius memejamkan mata.
Sedangkan Nara hanya menundukkan kepala.
Seolah ia sudah mengetahui semuanya sejak lama.
Raka menatap langit.
Menatap sosok raksasa itu.
Menatap ribuan wajah yang membentuk tubuhnya.
Lalu perlahan...
ia mulai melihat kemiripannya.
Cara berdiri.
Cara menatap.
Cara berbicara.
Semuanya adalah dirinya.
Versi yang sangat tua.
Versi yang telah hidup terlalu lama.
bisik Raka.
Penumpang Pertama tersenyum.
Namun kali ini senyum itu terlihat lelah.
Sangat lelah.
Kenangan di langit terus berjalan.
Pria muda tahun 1887 menaiki kereta yang tidak memiliki tujuan.
Kereta yang sama.
Kereta Pertama.
Ia mencari seseorang.
Seseorang yang hilang.
Seseorang yang tidak bisa ia lepaskan.
Dan semakin lama perjalanan berlangsung...
semakin banyak dunia yang ia kunjungi.
Semakin banyak kemungkinan yang ia lihat.
Sampai akhirnya...
ia menemukan Peron Nol.
Dan membuat pilihan yang salah.
Harun menatap Raka.
Nara menunduk.
Matanya mulai berkaca-kaca.
Karena akhirnya...
rahasia terbesar Stasiun Ketiga Belas telah terungkap.
Penumpang Pertama bukan monster.
Bukan dewa.
Bukan makhluk dari luar dunia.
Ia adalah seorang manusia.
Yang terlalu lama mencari jalan pulang.
Dan sekarang...
ia sedang berusaha mengubah seluruh kenyataan agar tidak pernah kehilangan siapa pun lagi.
Namun tepat saat itu...
sesuatu berubah di wajah Harun.
Senyumnya menghilang.
Karena ia melihat sesuatu di balik tubuh Penumpang Pertama.
Sesuatu yang bahkan tidak seharusnya ada.
Dan untuk pertama kalinya...
Harun tampak ketakutan.
Sangat ketakutan.
Tags: baca manga Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 42 : Penumpang Pertama bahasa Indonesia, komik Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 42 : Penumpang Pertama bahasa komik Indonesia, baca Stasiun Ketiga Belas Chapter 42 : Penumpang Pertama online, Stasiun Ketiga Belas Chapter 42 : Penumpang Pertama baru komiku, Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 42 : Penumpang Pertama chapter, high quality sub indo, Stasiun Ketiga Belas 2 manga scan terbaru, manhwa web, , Maksum Rifai

Komentar (0)