Stasiun Ketiga Belas 2 - Stasiun Ketiga Belas Chapter 44 : Nama Sebelum Nama
Baca manga Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 44 : Nama Sebelum Nama bahasa Indonesia terbaru di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Manga Stasiun Ketiga Belas 2 bahasa Indonesia selalu update di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Jangan lupa membaca update manga lainnya ya. Daftar koleksi manga MaxWebtoons | MaxsumReevay ada di menu Daftar Manga.
Lapor Gambar Rusak / Tidak Sesuai / Tidak Terload Lapor [DISINI]
STASIUN KETIGA BELAS
Chapter 44 — Nama Sebelum Nama
"AKHIRNYA..."
"KAU MENEMUKANKU LAGI."
Suara itu tidak terdengar.
Ia muncul.
Langsung di dalam pikiran Raka.
Seolah suara tersebut memang selalu berada di sana.
Raka terjatuh.
Kedua tangannya menekan lantai rel yang bercahaya.
Dadanya naik turun.
Matanya membelalak.
Karena saat mata raksasa itu menatapnya...
sesuatu ikut terbangun di dalam dirinya.
Bukan ingatan.
Bukan mimpi.
Melainkan pengenalan.
Seperti seseorang yang tiba-tiba mengingat wajah sahabat lama yang telah terlupakan selama ribuan tahun.
Dan itu membuat Raka ketakutan.
Sangat ketakutan.
Karena sebagian dirinya...
mengenali mata tersebut.
"Siapa kau?"
teriaknya.
Tidak ada jawaban.
Setidaknya tidak dalam bentuk kata.
Sebagai gantinya...
seluruh langit berubah menjadi kenangan.
Bukan kenangan manusia.
Bukan kenangan dunia.
Kenangan sebelum waktu memiliki nama.
Raka melihat kegelapan.
Tidak ada bintang.
Tidak ada ruang.
Tidak ada kehidupan.
Hanya lautan kemungkinan yang belum lahir.
Lalu muncul dua cahaya.
Satu berwarna biru.
Satu berwarna hitam.
Cahaya biru membelah kemungkinan menjadi jalur-jalur.
Menciptakan pilihan.
Menciptakan masa depan.
Sedangkan cahaya hitam...
ingin menyatukan semuanya kembali.
Menjadi satu.
Menjadi diam.
Dua kekuatan itu bertabrakan.
Terus-menerus.
Tanpa akhir.
Lalu Raka melihat sesuatu yang lebih mengejutkan.
Di antara dua cahaya itu...
berdiri seorang manusia.
Seorang penjaga.
Membawa lentera.
Membawa kunci.
Wajahnya tidak terlihat jelas.
Namun siluetnya sangat familiar.
Terlalu familiar.
Raka menatap lebih dekat.
Dan jantungnya langsung berhenti.
Karena sosok itu adalah dirinya.
Bukan Penumpang Pertama.
Bukan versi masa depan.
Bukan kemungkinan lain.
Melainkan sesuatu yang jauh lebih tua.
Seseorang yang telah ada sebelum seluruh perjalanan dimulai.
Seseorang yang telah terlupakan.
Seseorang yang namanya telah dihapus dari seluruh rel kemungkinan.
Raka tersentak kembali ke Peron Nol.
Ia terengah-engah.
Darah mengalir dari sudut matanya.
Nara langsung menopangnya.
"Apa yang kau lihat?"
tanya Nara.
Raka tidak bisa menjawab.
Karena saat itu Harun tiba-tiba membeku.
Lentera tua di tangannya padam.
Untuk pertama kalinya sejak kemunculannya.
Wajah Harun berubah pucat.
"Harun?"
panggil Kondektur Misterius.
Namun Harun tidak mendengar.
Tatapannya hanya tertuju kepada Raka.
Kepada sesuatu yang baru saja bangkit di dalam diri pemuda itu.
Lalu perlahan...
Harun berlutut.
Diikuti seluruh petugas stasiun.
Jutaan orang.
Serempak.
Seluruh rel kemungkinan dipenuhi sosok-sosok yang berlutut.
Menundukkan kepala.
Bukan kepada Penumpang Pertama.
Bukan kepada Peron Nol.
Bukan kepada makhluk di balik langit.
Melainkan kepada Raka.
Air muka Harun bergetar.
Seolah ia tidak ingin mengucapkan kata-kata berikut.
Namun tidak punya pilihan.
Dengan suara pelan...
ia berkata:
Tags: baca manga Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 44 : Nama Sebelum Nama bahasa Indonesia, komik Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 44 : Nama Sebelum Nama bahasa komik Indonesia, baca Stasiun Ketiga Belas Chapter 44 : Nama Sebelum Nama online, Stasiun Ketiga Belas Chapter 44 : Nama Sebelum Nama baru komiku, Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 44 : Nama Sebelum Nama chapter, high quality sub indo, Stasiun Ketiga Belas 2 manga scan terbaru, manhwa web, , Maksum Rifai

Komentar (0)