Stasiun Ketiga Belas 2 - Stasiun Ketiga Belas Chapter 45 : Stasiun yang Pertama
Baca manga Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 45 : Stasiun yang Pertama bahasa Indonesia terbaru di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Manga Stasiun Ketiga Belas 2 bahasa Indonesia selalu update di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Jangan lupa membaca update manga lainnya ya. Daftar koleksi manga MaxWebtoons | MaxsumReevay ada di menu Daftar Manga.
Lapor Gambar Rusak / Tidak Sesuai / Tidak Terload Lapor [DISINI]
STASIUN KETIGA BELAS
Chapter 45 — Stasiun yang Pertama
"Selamat datang kembali..."
"...Arsitek Ketiga Belas."
Tidak ada seorang pun yang bergerak.
Bahkan suara rel yang sejak tadi bergetar mendadak lenyap.
Peron Nol menjadi sunyi.
Raka memandangi jutaan petugas stasiun yang masih berlutut.
Mereka tidak menunjukkan rasa takut.
Tidak pula rasa kagum.
Yang terlihat hanyalah kesetiaan.
Kesetiaan yang telah menunggu sangat lama.
"Aku..."
Suara Raka bergetar.
"...bukan Arsitek siapa pun."
Harun perlahan bangkit.
Lentera birunya kembali menyala redup.
Penumpang Pertama tertawa pelan.
Tawa yang terdengar lebih seperti penyesalan.
Nara menoleh tajam.
"Kebohongan?"
Penumpang Pertama mengangkat tangannya ke arah langit yang retak.
Harun menutup mata.
Seolah telah mengetahui saat itu akan tiba.
Lalu ia berkata pelan.
Raka mengernyit.
"Apa maksudmu?"
Harun mengangkat lentera.
Cahayanya membentuk peta rel raksasa di udara.
Dua belas jalur bercahaya muncul.
Semuanya terhubung sempurna.
Tidak ada jalur ketiga belas.
Kemudian...
muncul satu jalur tambahan.
Gelap.
Patah.
Tidak tersambung ke mana pun.
"Itu..."
bisik Adi.
Harun mengangguk.
Raka merasa dadanya sesak.
Ia mulai memahami arah pembicaraan itu.
Bukan membangun stasiun.
Bukan membangun rel.
Melainkan menciptakan kemungkinan baru...
di luar seluruh kemungkinan yang sudah ada.
Nara menatap Raka.
Matanya dipenuhi kebingungan.
Tidak ada yang menjawab.
Karena jawabannya muncul sendiri.
Di tengah rel bercahaya...
perlahan muncul sebuah bangunan.
Sebuah stasiun tua.
Jauh lebih tua daripada semua stasiun yang pernah dilihat Raka.
Arsitekturnya asing.
Tidak menyerupai bangunan dari zaman mana pun.
Di atas pintu utamanya tertulis sebuah nama.
STASIUN PERTAMA
Tidak ada angka.
Tidak ada tujuan.
Hanya satu bangunan yang berdiri sendirian di ujung seluruh rel.
Harun berbisik.
Saat pintu Stasiun Pertama perlahan terbuka...
seluruh lentera biru milik jutaan petugas langsung padam bersamaan.
Kegelapan memenuhi Peron Nol.
Hanya satu cahaya yang tersisa.
Cahaya dari dalam Stasiun Pertama.
Dan dari balik cahaya itu...
terdengar suara peluit kereta yang belum pernah didengar siapa pun.
Harun memucat.
Penumpang Pertama mundur selangkah.
Bahkan mata raksasa di balik langit perlahan menutup kembali.
Seolah...
sesuatu yang jauh lebih tua baru saja terbangun.
Baca Chapter selanjutnya di:
Stasiun Ketiga Belas Season 3
Dimulai awal bulan Juli 2026.
Tags: baca manga Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 45 : Stasiun yang Pertama bahasa Indonesia, komik Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 45 : Stasiun yang Pertama bahasa komik Indonesia, baca Stasiun Ketiga Belas Chapter 45 : Stasiun yang Pertama online, Stasiun Ketiga Belas Chapter 45 : Stasiun yang Pertama baru komiku, Stasiun Ketiga Belas 2 Stasiun Ketiga Belas Chapter 45 : Stasiun yang Pertama chapter, high quality sub indo, Stasiun Ketiga Belas 2 manga scan terbaru, manhwa web, , Maksum Rifai

Komentar (0)