Stasiun Ketiga Belas 3 - Stasiun Ketiga Belas Chapter 46 : Menuju Stasiun Pertama
Baca manga Stasiun Ketiga Belas 3 Stasiun Ketiga Belas Chapter 46 : Menuju Stasiun Pertama bahasa Indonesia terbaru di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Manga Stasiun Ketiga Belas 3 bahasa Indonesia selalu update di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Jangan lupa membaca update manga lainnya ya. Daftar koleksi manga MaxWebtoons | MaxsumReevay ada di menu Daftar Manga.
Lapor Gambar Rusak / Tidak Sesuai / Tidak Terload Lapor [DISINI]
STASIUN KETIGA BELAS
Chapter 46 — Menuju Stasiun Pertama
Peluit itu belum berhenti bergema.
Suara panjang yang keluar dari dalam Stasiun Pertama seolah menembus setiap dunia.
Tidak keras.
Namun mustahil diabaikan.
Peron Nol mulai berubah.
Rel-rel kemungkinan yang selama ini membentang tanpa ujung perlahan kehilangan cahayanya.
Satu demi satu.
Setiap rel yang padam diikuti lenyapnya sebuah dunia.
Tidak ada ledakan.
Tidak ada kehancuran.
Hanya keheningan.
Raka memandangi langit.
Bintang-bintang mulai menghilang.
Bahkan retakan raksasa yang selama ini memenuhi cakrawala perlahan memudar.
tanyanya.
Harun menghela napas panjang.
Harun menatap Raka.
Belum sempat Raka menjawab...
tanah di bawah mereka bergetar hebat.
Rel-rel kemungkinan mulai bergerak sendiri.
Menyatu.
Berputar.
Lalu membentuk satu jalur baru.
Sebuah rel lurus.
Tidak bercabang.
Tidak berbelok.
Langsung menuju Stasiun Pertama.
Kereta Pertama mendesis pelan.
Pintu-pintunya terbuka sendiri.
Lampu di dalam gerbong menyala hangat.
Berbeda dengan cahaya dingin yang selama ini mengisinya.
Kondektur Misterius melangkah ke samping pintu.
Kemudian membungkukkan badan.
Namun tidak ada seorang pun yang bergerak.
Semua tahu...
kereta ini bukan sekadar alat transportasi.
Ini adalah perjalanan terakhir.
Adi memecah keheningan.
Tidak ada jawaban.
Harun hanya menatap rel di hadapannya.
Keheningan itu sendiri sudah menjadi jawaban.
Nara melangkah mendekati Raka.
Untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu kembali...
ia tersenyum seperti Nara yang dulu.
Raka tersenyum kecil.
Mata Nara berkaca-kaca.
Namun ia tidak membantah.
Tiba-tiba...
seluruh lentera biru milik jutaan petugas kembali menyala.
Mereka berdiri membentuk dua barisan panjang di sisi rel.
Seperti mengantar keberangkatan terakhir.
Harun mengangkat lenteranya tinggi-tinggi.
Jutaan lentera terangkat bersamaan.
Cahaya biru memenuhi seluruh cakrawala.
Rel menuju Stasiun Pertama akhirnya menyala.
Lebih terang daripada matahari.
Namun tepat saat Raka hendak melangkah naik...
sebuah tangan mencengkeram bahunya dari belakang.
Raka menoleh.
Penumpang Pertama berdiri di sana.
Sendirian.
Tubuh raksasanya telah lenyap.
Kini ia hanya tampak seperti seorang pria biasa.
Wajahnya sama persis dengan Raka.
Hanya saja jauh lebih tua.
Ia menyerahkan sebuah jam saku tua.
Jam itu berhenti tepat di pukul...
ucapnya lirih.
Sebelum Raka sempat bertanya...
tubuh Penumpang Pertama perlahan berubah menjadi serpihan cahaya.
Terbawa angin.
Menghilang tanpa jejak.
Yang tertinggal hanyalah jam saku tua di tangan Raka...
dan sebuah firasat bahwa musuh sesungguhnya belum pernah benar-benar memperlihatkan dirinya.
Tags: baca manga Stasiun Ketiga Belas 3 Stasiun Ketiga Belas Chapter 46 : Menuju Stasiun Pertama bahasa Indonesia, komik Stasiun Ketiga Belas 3 Stasiun Ketiga Belas Chapter 46 : Menuju Stasiun Pertama bahasa komik Indonesia, baca Stasiun Ketiga Belas Chapter 46 : Menuju Stasiun Pertama online, Stasiun Ketiga Belas Chapter 46 : Menuju Stasiun Pertama baru komiku, Stasiun Ketiga Belas 3 Stasiun Ketiga Belas Chapter 46 : Menuju Stasiun Pertama chapter, high quality sub indo, Stasiun Ketiga Belas 3 manga scan terbaru, manhwa web, , Maksum Rifai

Komentar (0)