Global Notification

Daftar Menjadi Penulis

- Stasiun Ketiga Belas Chapter 46 : Menuju Stasiun Pertama

All chapters are in

Baca manga Stasiun Ketiga Belas 3 Stasiun Ketiga Belas Chapter 46 : Menuju Stasiun Pertama bahasa Indonesia terbaru di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Manga Stasiun Ketiga Belas 3 bahasa Indonesia selalu update di MaxWebtoons | MaxsumReevay. Jangan lupa membaca update manga lainnya ya. Daftar koleksi manga MaxWebtoons | MaxsumReevay ada di menu Daftar Manga.

Lapor Gambar Rusak / Tidak Sesuai / Tidak Terload Lapor [DISINI]

STASIUN KETIGA BELAS

Chapter 46 — Menuju Stasiun Pertama

00:37 WIB

Peluit itu belum berhenti bergema.

. . .

Suara panjang yang keluar dari dalam Stasiun Pertama seolah menembus setiap dunia.

Tidak keras.

Namun mustahil diabaikan.

. . .

Peron Nol mulai berubah.

Rel-rel kemungkinan yang selama ini membentang tanpa ujung perlahan kehilangan cahayanya.

Satu demi satu.

. . .
TIK...
TIK...
TIK...
. . .

Setiap rel yang padam diikuti lenyapnya sebuah dunia.

Tidak ada ledakan.

Tidak ada kehancuran.

Hanya keheningan.

. . .

Raka memandangi langit.

Bintang-bintang mulai menghilang.

Bahkan retakan raksasa yang selama ini memenuhi cakrawala perlahan memudar.

. . .
"Apa yang sedang terjadi?"

tanyanya.

. . .

Harun menghela napas panjang.

"Stasiun Pertama telah memilih penumpangnya."
. . .
"Siapa?"
. . .

Harun menatap Raka.

"Kau."
. . .

Belum sempat Raka menjawab...

tanah di bawah mereka bergetar hebat.

. . .
GRRRRRRRR...
. . .

Rel-rel kemungkinan mulai bergerak sendiri.

Menyatu.

Berputar.

Lalu membentuk satu jalur baru.

. . .

Sebuah rel lurus.

Tidak bercabang.

Tidak berbelok.

Langsung menuju Stasiun Pertama.

. . .

Kereta Pertama mendesis pelan.

PSSSSHHH...
. . .

Pintu-pintunya terbuka sendiri.

Lampu di dalam gerbong menyala hangat.

Berbeda dengan cahaya dingin yang selama ini mengisinya.

. . .

Kondektur Misterius melangkah ke samping pintu.

Kemudian membungkukkan badan.

"Kereta siap berangkat."
. . .

Namun tidak ada seorang pun yang bergerak.

. . .

Semua tahu...

kereta ini bukan sekadar alat transportasi.

Ini adalah perjalanan terakhir.

. . .

Adi memecah keheningan.

"Kalau kita naik..."
"...apa kita bisa kembali?"
. . .

Tidak ada jawaban.

Harun hanya menatap rel di hadapannya.

. . .

Keheningan itu sendiri sudah menjadi jawaban.

. . .

Nara melangkah mendekati Raka.

Untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu kembali...

ia tersenyum seperti Nara yang dulu.

. . .
"Apa pun yang terjadi nanti..."
"...terima kasih karena sudah datang mencariku."
. . .

Raka tersenyum kecil.

"Aku belum menemukanmu."
"Kita masih harus pulang."
. . .

Mata Nara berkaca-kaca.

Namun ia tidak membantah.

. . .

Tiba-tiba...

seluruh lentera biru milik jutaan petugas kembali menyala.

. . .
FWUUUUMMM—
. . .

Mereka berdiri membentuk dua barisan panjang di sisi rel.

Seperti mengantar keberangkatan terakhir.

. . .

Harun mengangkat lenteranya tinggi-tinggi.

"Seluruh Penjaga Rel!"
"Buka Jalur Pertama!"
. . .

Jutaan lentera terangkat bersamaan.

Cahaya biru memenuhi seluruh cakrawala.

. . .

Rel menuju Stasiun Pertama akhirnya menyala.

Lebih terang daripada matahari.

. . .

Namun tepat saat Raka hendak melangkah naik...

sebuah tangan mencengkeram bahunya dari belakang.

. . .

Raka menoleh.

. . .

Penumpang Pertama berdiri di sana.

Sendirian.

Tubuh raksasanya telah lenyap.

Kini ia hanya tampak seperti seorang pria biasa.

Wajahnya sama persis dengan Raka.

Hanya saja jauh lebih tua.

. . .
"Aku tidak datang untuk menghentikanmu."
"Aku datang untuk memperingatkanmu."
. . .

Ia menyerahkan sebuah jam saku tua.

Jam itu berhenti tepat di pukul...

00:00
. . .
"Jangan percaya..."

ucapnya lirih.

"...orang pertama yang menyambutmu di Stasiun Pertama."
. . .

Sebelum Raka sempat bertanya...

tubuh Penumpang Pertama perlahan berubah menjadi serpihan cahaya.

Terbawa angin.

Menghilang tanpa jejak.

. . .

Yang tertinggal hanyalah jam saku tua di tangan Raka...

dan sebuah firasat bahwa musuh sesungguhnya belum pernah benar-benar memperlihatkan dirinya.

— END OF CHAPTER 46 —

Tags: baca manga Stasiun Ketiga Belas 3 Stasiun Ketiga Belas Chapter 46 : Menuju Stasiun Pertama bahasa Indonesia, komik Stasiun Ketiga Belas 3 Stasiun Ketiga Belas Chapter 46 : Menuju Stasiun Pertama bahasa komik Indonesia, baca Stasiun Ketiga Belas Chapter 46 : Menuju Stasiun Pertama online, Stasiun Ketiga Belas Chapter 46 : Menuju Stasiun Pertama baru komiku, Stasiun Ketiga Belas 3 Stasiun Ketiga Belas Chapter 46 : Menuju Stasiun Pertama chapter, high quality sub indo, Stasiun Ketiga Belas 3 manga scan terbaru, manhwa web, , Maksum Rifai

Rekomendasi